Design by : Aroem
Cari Website :
[About Me]
[Previous] [Next]
Hasil rumusan panitia sembilan itulah yang pada akhirnya dijadikan sebagai ideologi bangsa Indonesia. Namun,sebelum rumusan dasar Negara tersebut disahkan terlebih dahulu dimusyawarahkan dalam persidangan kedua BPUPKI.
Sampai hari terakhir persidangan BPUPKI belum juga memperoleh kesepakatan tentang dasar Negara Indonesia.
SIDANG BPUPKI II
Dasar pertimbangan Drs.Moh.Hatta mengubah bunyi sila pertama tersebut,karena teah menerima esan dari tokoh -tokh umat Kristen di Indonesia bagian Timur. Para tokoh umat Kristen dari bagian Timur  keberatan terhadap tujuh kata yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syriat Islam bagi pemeluknya -pemeluknya”. Alasannya ,tujuh kata itu hanya berlaku bagi pemeluk agama Islam. Akibatnya menimbulkan kesan seolah - olah dibedakan antara warga Negara yang beragama  Islam dengan warga Negara bukan Islam.
Sebelum mengajukan rumusan perubahan sila pertama  dasar Negara tersebut ,Drs.Moh.Hatta terlebih dahulu berkonsultasi dengan empat pemuka Islam. Keempat emuka Islam tersebut adalah Mr.Teuku.Moh Hasan,Ki Bagus Hdikusuma,Wachid Hasyim,Mr.Kasman Singodimedjo. Jadi rumusan perubahan sila pertama  Pancasila itu bukan semata -semata konsep dari Drs.Moh.Hatt,melainkan merupakan hasil musyawarah bersama dengan keempat pemuka agama Islam tersebut.

Setelah melalui perdebatan yang hangat,akhirnya kesepakatan dapat dicapai dengan moral  yang luhur. Semua anggota PPKI dengan ikhlas menerima perubahan Piagam Jakarta menjadi Pembukaan UUD 1945,dengan isi Pancasila menjadi sebagai berikut:

1.Ketuhanan Yang Maha Esa
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.Persatuan Indonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Demikianlah sejarah Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia yang telah melalui proses yang begitu panjang….               

Akhirnya ada tanggal 18 Agustus 1945 sesaat sebelum disahakn dasar Negara Indonesia dalam Pembukaan UUD 1945,Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)yaitu badan pengganti BPUPKI mengadakan sidang. Dalam sidang tersebut Drs.Moh.Hatta mengusukan agar sila pertama diubah. Sila pertama yang semula berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat -syariat Islam bagi pemeluk - pemeluknya ” diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.